Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2014

Sekolah lagi sambil membawa anak

okeh postingan ini sekaligus menjawab beberapa pertanyaan dari ibu2 yang kayaknya banyak yang ingin sekolah lagi ya :)

kita skip dulu bagian berburu beasiswa nya *nanti saya bikin postingannya sendiri*, sekarang saya mau share gimana-gimananya ketika beasiswa sudah di tangan dan ingin membawa anak ke negara tujuan.


1. pastikan mendapat persetujuan dari profesor pembimbing (dan juga universitas)
di jepang sini ternyata tidak semua pembimbing memberikan ijin untuk membawa anak, ada beberapa teman seperjuangan yang terpaksa berpisah sementara dengan anaknya karena alasan ini.
ga usah sentimentil dengan mengatakan profesor nya jahat :) kondisi di sini memang taihen *berat.red* mungkin profesornya ga mau kita setengah2 dan ga fokus dengan study kita karena ada anak.
jadi ada baiknya kondisi kita yang ingin sekolah sambil membawa anak, diberitahukan kepada profesor pembimbing ketika kita masih di indonesia, jadi apapun jawabannya, kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya.

kebetulan saya lumayan berun…

After february..

manusia boleh berencana, tapi bagian administrasi UPH juga yang menentukan..*oh sama kerjaan2 dari klien juga*

......

visa mama dan adek saya akan habis tanggal 24 februari ini, jadi mau ga mau harus pada balik ke jakarta, sedangkan si ayah,  baru bisa nyusul ke sini paling cepat mei..

oh lalu gimana?

bisa sih perpanjang visa si adek buat nemenin lagi 3 bulan ke depan, tapi:
1. kasian mama pulang sendirian ke jakarta, pake acara transit pula, takut kalo kenapa2 ga bisa ngomongnya :))))
2. ngurus perpanjangan visanya ribet alaihumgambreng, melibatkan interview dalam bahasa jepang, yang ga boleh dibantu sama penerjemah.

nah, udah deh 2 alasan itu udah cukup untuk ga menahan2 si adek.

lalu bagaimana?

ya si mama + adek pulang :)


anak-anak?
tetap di sini sama saya...


iyah, bertiga aja :)))))


pengalaman ninggalin anak 2 bulan sudah cukup mengajarkan saya bahwa sebaik2nya kakek-nenek-asisten dalam mengasuh anak, tetap yang terbaik itu anak diasuh ibunya :)


untungnya saya libur kuliah dari akhir februari samp…

Pengorbanan

malam ini seperti biasa adek mikha terbangun untuk meminta refill susunya,sambil tentunya ndusel2 mencari posisi tidur yang nyaman di tengah gempuran suhu 1 derajat ini.
dan somehow saya jadi terharu melihat pengorbanan tubuh-tubuh mungil ini demi bisa tinggal bersama ibunya.

pertama, mereka harus keluar dari sarang yang sungguh nyaman di serpong park.
bukan saya bermaksud mempromosikan developer tertentu, tapi rumah kami di serpong bukan sekedar bangunan rumah. di sanalah awal kehidupan kami dirintis.
rapha sudah punya teman2nya sendiri, lingkungan yang cukup nyaman, dan suasana yang sungguh menyenangkan.
ga bisa diungkapkan lah bahagia nya kami melewati 4 tahun pertama kehidupan pernikahan di sana..

lepas dari serpong park, pertama kalinya pula mereka harus hidup tanpa ibunya.
adek mikha yang masih asi harus bergantung dengan susu formula mas rapha harus pindah dari sekolah kesayangannya harus pula berbagi kasih dan berbagi rumah dengan eyang2nya..
ga tega kalo inget masa 2 bulan kemarin...

selepa…